Sumber polusi sering dikaitkan dengan pabrik, aktivitas
tambang atau kemacetan lalu lintas di jalan raya. Sebagian dari kita kita
selalu berpikir bahwa ketika berada di dalam rumah, berarti kita sedang terhindar
dari polusi dan berbagai penyakit. Namun pada faktanya polusi itu ternyata bersumber dari rumah yang kita huni. Berbagai aktivitas
yang kita lakukan turut memberikan kontribusi dalam pelepasan gas ke udara, dan
sering kali mengotorinya. Pencemaran udara artinya kondisi udara memang
betul-betul sudah dalam keadaan tercemar yang memiliki efek berbahaya bagi
manusia.
Definisi pencemaran
udara menurut UU No. 32 tahun 2009, pencemaran
lingkungan hidup adalah masuk atau dimasukkannya makhluk hidup, zat, energi,
dan/atau komponen lain ke dalam lingkungan hidup oleh kegiatan manusia sehingga
melampaui baku mutu lingkungan hidup yang telah ditetapkan. Berdasarkan
pengertian pencemaran udara yang dikeluarkan oleh pemerintah, maka pada
pelaksanaannya dibuat Indeks Standar
Pencemar Udara (ISPU) adalah
laporan kualitas udara
kepada masyarakat untuk menerangkan seberapa bersih atau tercemarnya kualitas
udara kita dan bagaimana dampaknya terhadap kesehatan kita setelah menghirup
udara tersebut selama beberapa jam atau hari. Penetapan ISPU ini
mempertimbangkan tingkat mutu udara terhadap kesehatan manusia, hewan,
tumbuhan, bangunan, dan nilai estetika.
ISPU ditetapkan berdasarkan 5 pencemar
utama, yaitu: karbon monoksida (CO), sulfur dioksida
(SO2), nitrogen dioksida
(NO2), Ozon
permukaan (O3), dan partikel debu
(PM10). Di Indonesia ISPU diatur berdasarkan Keputusan Badan
Pengendalian Dampak Lingkungan (Bapedal) Nomor KEP-107/Kabapedal/11/1997.
Tabel
1. ISPU dan dampaknya bagi kesehatan
|
ISPU
|
Level
Pencemaran Udara
|
Dampak
Kesehatan
|
|
0 - 50
|
Baik
|
Tidak memberikan dampak bagi kesehatan manusia atau hewan.
|
|
51 - 100
|
Sedang
|
tidak berpengaruh pada kesehatan manusia ataupun hewan tetapi berpengaruh
pada tumbuhan yang peka.
|
|
101 - 199
|
Tidak Sehat
|
bersifat merugikan pada manusia ataupun kelompok hewan yang peka atau
dapat menimbulkan kerusakan pada tumbuhan ataupun nilai estetika.
|
|
200 - 299
|
Sangat Tidak Sehat
|
kualitas udara yang dapat merugikan kesehatan pada sejumlah segmen
populasi yang terpapar.
|
|
300 - 500
|
Berbahaya
|
kualitas udara berbahaya yang secara umum dapat merugikan kesehatan yang
serius pada populasi (misalnya iritasi mata, batuk dahak, dan sakit
tenggorokan).
|
(Wikipedia.com)
Polusi udara di dalam rumah berakibat lebih
buruk, karena kita banyak menghabiskan waktu beraktivitas di dalam rumah,
sementara sirkulasi udara dalam ruang tertutup sangat terbatas. Di samping itu
lupa menutup pintu rumah ketika memanaskan motor hingga hasil pembakaran yang
dikeluarkan knalpot berupa karbon monoksida (CO). Ini dapat
mengakibatkan timbulnya alergi, merangsang atau memperburuk kondisi asma serta
penyakit yang berhubungan dengan sistem pernapasan dan jantung. Maka dari
itu upayakan jangan memanaskan motor berdekata dengan pintu atau jendela rumah
atau bahkan di dalam rumah.
Pendingin ruangan yang kotor dapat menyimpan
virus dan bakteri yang kemudian menyebar ke seluruh ruangan, sehingga
mengganggu sistem pernapasan penghuninya. Bersihkan penyaring udara pada
AC secara rutin, karena bila kotor akan menghambat proses sirkulasi udara dan
membuat bakteri berkembang biak. Bakteri ini kemudian akan mengalir
masuk ke evaporator dan menyebar ke seluruh ruangan. Lebih baik setiap ruangan
memiliki ventilasi dan jendela untuk keluar masuknya udara. Kemudian penting
memperhatikan gorden dan karpet, karena jika kelamaan akan menjadi berdebu dan
tidak bagus bagi kesehatan keluarga jika menghirupnya, pastikan untuk mencuci gorden
paling tidak sebulan sekali, dan membersihkan karpet dengan penyedot debu (vacum
cleaner) maksimal seminggu sekali. Debu ini menjadi masalah besar di
keluarga kami yang alergi terhadap debu, dampaknya akan terasa bagi ganguan sistem pernafasan.
Keluarga kami masih menggunakan kayu bakar dan
arang untuk memasak, hal ini juga merupakan sumber polusi rumah tanga, karena
asap pembakaran membuat udara tercemar. Berbahaya sekali jika terhirup. Nah hal
ini perlu disiasati, sebaiknya jika ingin masakan yang dibakar misalnya ayam
bakar atau jagung bakar dan sate hendaknya diluar rumah atau di dapur yang
terbuka. Agar asap hasil pembakaran tidak masuk kedalam rumah.
Berdasarkan hasil penelitian para ahli kita
juga bisa berupaya menetralkan polusi di rumah. Caranya dengan memperbanyak tanaman di halaman rumah atau di dalam
rumah. Tanaman tertentu juga dapat membantu menjaga kebersihan udara dalam
ruangan, menyerap karbon dioksida dan melepaskan oksigen melalui fotosintesis.
Mereka menyerap polutan dan menyimpannya dalam sistem akar tanah, dan juga
meningkatkan kelembapan di dalam ruangan dengan memindahkan uap air melalui
pori-pori. Pilih tanaman dalam ruangan yang mampu menyerap polutan di udara,
seperti misalnya lidah mertua yang mampu meyerap asap rokok. Tanaman ini mempunya kemampuan mengubah CO2 menjadi
oksigen dengan baik di malam hari. Selain itu, tanaman ini juga membersihkan
metanal di udara.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar