Jumat, 10 Mei 2019

Sumber Polusi Di Sekitar Rumah yang Sering Terabaikan Dan Upaya Mengatasinya


Sumber polusi sering dikaitkan dengan pabrik, aktivitas tambang atau kemacetan lalu lintas di jalan raya. Sebagian dari kita kita selalu berpikir bahwa ketika berada di dalam rumah, berarti kita sedang terhindar dari polusi dan berbagai penyakit. Namun pada faktanya polusi itu ternyata bersumber dari rumah yang kita huni. Berbagai aktivitas yang kita lakukan turut memberikan kontribusi dalam pelepasan gas ke udara, dan sering kali mengotorinya. Pencemaran udara artinya kondisi udara memang betul-betul sudah dalam keadaan tercemar yang memiliki efek berbahaya bagi manusia.
Definisi pencemaran udara menurut UU No. 32 tahun 2009, pencemaran lingkungan hidup adalah masuk atau dimasukkannya makhluk hidup, zat, energi, dan/atau komponen lain ke dalam lingkungan hidup oleh kegiatan manusia sehingga melampaui baku mutu lingkungan hidup yang telah ditetapkan. Berdasarkan pengertian pencemaran udara yang dikeluarkan oleh pemerintah, maka pada pelaksanaannya dibuat Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) adalah laporan kualitas udara kepada masyarakat untuk menerangkan seberapa bersih atau tercemarnya kualitas udara kita dan bagaimana dampaknya terhadap kesehatan kita setelah menghirup udara tersebut selama beberapa jam atau hari. Penetapan ISPU ini mempertimbangkan tingkat mutu udara terhadap kesehatan manusia, hewan, tumbuhan, bangunan, dan nilai estetika.
ISPU ditetapkan berdasarkan 5 pencemar utama, yaitu: karbon monoksida (CO), sulfur dioksida (SO2), nitrogen dioksida (NO2), Ozon permukaan (O3), dan partikel debu (PM10). Di Indonesia ISPU diatur berdasarkan Keputusan Badan Pengendalian Dampak Lingkungan (Bapedal) Nomor KEP-107/Kabapedal/11/1997.
Tabel 1. ISPU dan dampaknya bagi kesehatan
ISPU
Level Pencemaran Udara
Dampak Kesehatan
0 - 50
Baik
Tidak memberikan dampak bagi kesehatan manusia atau hewan.
51 - 100
Sedang
tidak berpengaruh pada kesehatan manusia ataupun hewan tetapi berpengaruh pada tumbuhan yang peka.
101 - 199
Tidak Sehat
bersifat merugikan pada manusia ataupun kelompok hewan yang peka atau dapat menimbulkan kerusakan pada tumbuhan ataupun nilai estetika.
200 - 299
Sangat Tidak Sehat
kualitas udara yang dapat merugikan kesehatan pada sejumlah segmen populasi yang terpapar.
300 - 500
Berbahaya
kualitas udara berbahaya yang secara umum dapat merugikan kesehatan yang serius pada populasi (misalnya iritasi mata, batuk dahak, dan sakit tenggorokan).
(Wikipedia.com)
Polusi udara di dalam rumah berakibat lebih buruk, karena kita banyak menghabiskan waktu beraktivitas di dalam rumah, sementara sirkulasi udara dalam ruang tertutup sangat terbatas. Di samping itu lupa menutup pintu rumah ketika memanaskan motor hingga hasil pembakaran yang dikeluarkan knalpot berupa karbon monoksida (CO). Ini dapat mengakibatkan timbulnya alergi, merangsang atau memperburuk kondisi asma serta penyakit yang berhubungan dengan sistem pernapasan dan jantung. Maka dari itu upayakan jangan memanaskan motor berdekata dengan pintu atau jendela rumah atau bahkan di dalam rumah.
Pendingin ruangan yang kotor dapat menyimpan virus dan bakteri yang kemudian menyebar ke seluruh ruangan, sehingga mengganggu sistem pernapasan penghuninya. Bersihkan penyaring udara pada AC secara rutin, karena bila kotor akan menghambat proses sirkulasi udara dan membuat bakteri berkembang biak. Bakteri ini kemudian akan mengalir masuk ke evaporator dan menyebar ke seluruh ruangan. Lebih baik setiap ruangan memiliki ventilasi dan jendela untuk keluar masuknya udara. Kemudian penting memperhatikan gorden dan karpet, karena jika kelamaan akan menjadi berdebu dan tidak bagus bagi kesehatan keluarga jika menghirupnya, pastikan untuk mencuci gorden paling tidak sebulan sekali, dan membersihkan karpet dengan penyedot debu (vacum cleaner) maksimal seminggu sekali. Debu ini menjadi masalah besar di keluarga kami yang alergi terhadap debu, dampaknya akan terasa  bagi ganguan sistem pernafasan.
Keluarga kami masih menggunakan kayu bakar dan arang untuk memasak, hal ini juga merupakan sumber polusi rumah tanga, karena asap pembakaran membuat udara tercemar. Berbahaya sekali jika terhirup. Nah hal ini perlu disiasati, sebaiknya jika ingin masakan yang dibakar misalnya ayam bakar atau jagung bakar dan sate hendaknya diluar rumah atau di dapur yang terbuka. Agar asap hasil pembakaran tidak masuk kedalam rumah.
Berdasarkan hasil penelitian para ahli kita juga bisa berupaya menetralkan polusi di rumah. Caranya dengan memperbanyak tanaman di halaman rumah atau di dalam rumah. Tanaman tertentu juga dapat membantu menjaga kebersihan udara dalam ruangan, menyerap karbon dioksida dan melepaskan oksigen melalui fotosintesis. Mereka menyerap polutan dan menyimpannya dalam sistem akar tanah, dan juga meningkatkan kelembapan di dalam ruangan dengan memindahkan uap air melalui pori-pori. Pilih tanaman dalam ruangan yang mampu menyerap polutan di udara, seperti misalnya lidah mertua yang mampu meyerap asap rokok. Tanaman ini mempunya kemampuan mengubah CO2 menjadi oksigen dengan baik di malam hari. Selain itu, tanaman ini juga membersihkan metanal di udara.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar